Secangkir Kopi Senja,
Secangkir
Kopi Senja,
Mencoba
berhenti
Memaksa
Raga
berhati
Dibawah
langit senja
Yang
tiba
Mengusung
rapuhnya
Tulang
belulang
Dan
membiarkan
Duduk
membuka
Tapak-tapak
berlalu
Dari
tepian senja
Berteman
secangkir kopi
Titian
jauh berkelebat
Menawar
senyum sendiri
Melepas
memori
Bernostalgia
Adem
itu terayun
Tanpa
ragu
Berbaur
menggumul
Memperlihatkan
rindu
Terayu
kepulan asap
Secangkir
kopi
Awan
senjapun
Mengarak
kisah nostalgia
Menghanyutkan
kepahitan
Memastikan
jalanan tulang kekar
Bermuara
indah
Terpeluk
senja berdawai
Nada-nada
alam berlenggok
Dan
sempat tak berisik
berbisik
Ikhlas
lekas ada
Menghapus
waktu
Saat
menghunus masa lalu
Mengawal
senja terasa
Menatap
detak jarum bumi
Saat
berhenti
Senja
berkalang tertikam