Reader Mode

Secangkir Kopi Kemerdekaan,

Leny Marlyna  | 26 Ags 2024  | 91 views  |

Wewangian

Tersapu angin sepoy

Menyapa jagat

Sulit dipercaya rasa

Ratusan tahun

Berkelebat resah tanpa wangi

Tersendak mereka kaum penjajah

Kini tujuh puluh sembilan berlalu

Rasa resah seperti berulang

Berbingkai makmur

Disaksikan raga berkalang

Tulang-tulang tak bernama

Bersemayam rebah ikhlas

Di bawah subur

Tanah bersimbah darah

Sejak tujuh puluh sembilan lalu

Berujung panen raya

Semaian pijakan kita merdeka

Benarkah kita merdeka ?

Baju lusuh itu masih terlihat

Tersenyum dalam kerut kulit-kulit

Dan hari ini bertelusur jalan

Berkepal tangan berpekik

Merdeka

Tanpa peduli

Rumah kumuh huniannya

Bertengger, unik diantara pancang bertingkat

Semua berpijak merdeka

Luluran raga Pertiwi

Nan elok bak bidadari

Dan itu masih milik kita

 

Ada cengkeram kuat

Menancap cantik tak berasa

Hasil panen perut pertiwi

Menjadi luka juga tak berasa

Nyaman terlanjur berlumur

Terhasut hasrat cinta

Berbaur bergulung ambisi

Syahwat kita terbelenggu

Sesama kerabat telah berbeda

Berpeluk kata waris sama

Teks proklamasi

Sang saka dwi warna

Dan burung garuda

Semua terlukis di dada

Simbol cinta untuk pertiwi

Menyembunyikan literasi hati

 

Kita terlena

Kita tak pernah resah

Berkalung medali derita

Berujung hunian pusara

Taman makam pahlawan

Dan kini kita melintang

Diantara jalan menuju pulang

 

(Dirgahayu indonesia)